Showing posts with label doa. Show all posts
Showing posts with label doa. Show all posts

Thursday, 16 February 2012

Kumpulan Doa Pembuka Rezeki



                Doa merupakan hal yang sangat penting/utama. Keutamaan doa tersebut tercantum dibanyak naskah baik al-Qur’an ataupun as-Sunnah. Di antaranya sebagai berikut:
1.      “Dan Rabb kalian berfirman: Berdo’alah kepadaKu, niscaya akan Kukabulkan. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah kepadaKu (tidak mau berdo’a kepadaKu) akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (QS. Ghafir: 60)
2.      “Dan jika para hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a jika ia memohon kepadaKu, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintahKu) dan hendaklah mereka beriman kepadaKu, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al-Baqarah: 186)
3.      “Tiada sesuatupun yang lebih mulia di sisi Allah daripada do’a” (Hadits).
4.      “Ibadah yang paling afdhal adalah berdo’a” (Hadits).
5.      “Tidak ada yang dapat menolak qadha kecuali do’a dan tidak ada yang dapat menambah umur kecuali al-birr (berbuat kebajikan)” (Hadits).
6.      “Sesungguhnya orang yang tak mau berdo’a kepada Allah, maka Allah memurkainya” (Hadits).
7.      “Orang yang paling lemah adalah orang yang tidak mampu berdo’a kepada Allah. sedangkan orang yang paling pelit adalah orang yang kikir dalam memberi salam” (Hadits).
8.      “Sesungguhnya Rabb kalian Maha Pemalu dan Maha Pemberi. Dia malu dari hambaNya yang jika mengangkat kedua tangan kepadaNya lalu kembali dengan tangan hampa” (Hadits).
9.       “Tiada seorang muslimpun yang berdo’a kepada Allah dengan suatu do’a yang tidak mengandung dosa dan pemutusan tali kerabat kecuali Allah memberinya salah satu dari tiga perkara: Bisa jadi dicepatkan do’anya, atau bisa jadi disimpan untuknya nanti di akhirat atau bisa jadi dipalingkan darinya sebuah keburukan yang setimpal dengan kadar do’a tersebut.” Maka para sahabat berkata: “Kalau demikian, kita perbanyak do’a”. Beliau menjawab: “Allah itu lebih banyak lagi (dalam mengabulkan do’a kalian)” (Hadits).

Oke, demikian dulu yang saya sampaikan. Moga bermanfaat, bila ada yang menginginkan doa pembuka pintu rezeki bisa di download disini,

Jika membutuhkan artikel tentang keutamaan doa diatas dapat di download disini



Salam my blog, Salam Berbagi,

Monday, 27 December 2010

Kondisi Darah Manusia Ketika Berdoa, Sedih, Takut dan Jatuh Cinta

Sebuah penelitian dilakukan oleh pakar EFT (Emotional Freedom Techniques) untuk menunjukkan bagaimana kondisi darah manusia disaat normal, sedih, gembira, jatuh cinta dan saat berdoa.

Pakar EFT yang bernama Dr. Felicy tersebut mengambil sampel darah seorang pasien bernama Rebecca, kemudian memotretnya dengan menggunakan “darkfield microscope” yang dihubungkan dengan monitor komputer.

Dan tampaklah perubahan drastis pada darah Rebecca tersebut setiap kali emosinya berubah. Berikut ini adalah foto darah seorang Rebecca sebelum dan sesudah melakukan EFT.

Rebecca melakukan EFT dengan mengundang emosi “sedih” dengan cara memikirkan saat-saat sedih sampai dia menangis, lalu sang pakar EFT mengambil sampel darahnya.


Kondisi darah saat sedih,
Sel darah begerak cepat dan berbentuk air mata


Lalu Rebecca menggunakan EFT untuk mengundang energi “cinta” untuk memasuki tubuh dan darahnya. Dan seketika darahnya kembali normal, dan sel-sel darah bergerak dengan indah dan timbul substansi yang berkilauan dalam cairan darah.



Kondisi darah saat merasakan cinta,
Sel darah bergerak pelan dan cenderung berkumpul


Satu kenyataan menarik pada sampel darah saat “sedih” terjadi perubahan seperti pada sampel darah saat “merasakan cinta”. Jadi walaupun darah itu sudah meninggalkan tubuh Rebecca ia tetap masih berhubungan dengan pemiliknya.

Kemudian seorang Rebecca mengundang rasa takut dan memikirkan kejadian menakutkan yang pernah ia alami. Dan sel-sel dalam darahnya bergerak tidak beraturan dengan sangat cepat dan terlihat berjauhan. Mungkin ini adalah akibat dari produksi adrenalin sebagai reaksi normal atas rasa takut.

Kondisi darah saat merasa takut,
Sel darah bergerak tidak beraturan dan berjauhan dengan sangat cepat


Lalu Rebecca mecoba untuk memikirkan “sifat feminine Tuhan”, yang dalam keyakinan agamanya ia sebut “divine mother”, sifat penyayang, penyantun dan pemelihara.

Dan memohon kepada-Nya untuk menyalurkan energi feminine itu kedalam tubuh dan darahnya. Saat berdoa tersebut, Rebecca merasakan seperti ini,

“saya merasakan gelombang energi yang begitu besarnya menyelimuti diri saya, saya sampai menangis bahagia karenanya”

Saat sampel darah Rebecca diambil setelah berdoa dan merasakan pengalaman religius itu, kemudian dilihatkan dibawah mikroskop yang dihubungkan dengan komputer, semua yang hadir dilaboratorium itu seketika terdiam dan terpana karena melihat komdisi darah yang sama sekali berbeda dengan yang lain.

Kondisi darah saat berdoa,
Timbul substansi putih berkilauan, darah bergerak pelan dan sangat teratur


Cairan darahnya sangat cerah, gerakan sel darah sangat tenang seakan bergerak dengan penuh kedamaian, muncul banyak substansi yang berkilauan. Di dalam sel darah terdapat substansi yang bercahaya dan berdenyut seperti denyutan jantung mini.

Sumber

Allah Mendengar setiap Doa Hamba-Nya

Allah Yang Maha kuasa, Maha Pengasih, dan Maha Penyayang, telah berfirman
dalam al-Qur’an bahwa Dia dekat dengan manusia dan akan mengabulkan
permohonan orang-orang yang berdoa kepada-Nya. Adapun salah satu ayat yang
membicarakan masalah tersebut adalah:
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya
Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa
kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi-Ku, dan hendaklah mereka
beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Q.s.
al-Baqarah: 186).
Sebagaimana dinyatakan dalam ayat di atas, Allah itu dekat kepada setiap
hambanya. Dia Maha Mengetahui keinginan, perasaan, pikiran, kata-kata yang
diucapkan, bisikan, bahkan apa saja yang tersembunyi dalam hati setiap
manusia. Dengan demikian, Allah Mendengar dan Mengetahui setiap hambanya yang
berpaling kepada-Nya dan berdoa kepada-Nya. Inilah karunia Allah kepada
manusia dan sebagai wujud dari kasih-sayang-Nya, rahmat-Nya, dan
kekuasaan-Nya yang tiada batas.
Allah memiliki kekuasaan dan pengetahuan yang tiada batas. Dialah Pemilik
segala sesuatu di seluruh alam semesta. Setiap makhluk, setiap benda, dari
orang-orang yang tampaknya paling kuat hingga orang-orang yang sangat kaya,
dari binatang-binatang yang sangat besar hingga yang sangat kecil yang
mendiami bumi, semuanya milik Allah dan semuanya berada dalam kehendak-Nya
dan pegaturan-Nya yang mutlak.
Seseorang yang beriman terhadap kebenaran ini dapat berdoa kepada Allah
mengenai apa saja dan dapat berharap bahwa Allah akan mengabulkan
doa-doanya. Misalnya, seseorang yang mengidap penyakit yang tidak dapat
disembuhkan tentu saja akan berusaha untuk melakukan berbagai macam
pengobatan. Namun ketika mengetahui bahwa hanya Allah yang dapat memberikan
kesehatan, lalu ia pun berdoa kepada-Nya memohon kesembuhan. Demikian pula,
orang yang mengalami ketakutan atau kecemasan dapat berdoa kepada Allah agar
terbebas dari ketakutan dan kecemasan. Seseorang yang menghadapi kesulitan
dalam menyelesaikan pekerjaan dapat berpaling kepada Allah untuk
menghilangkan kesulitannya. Seseorang dapat berdoa kepada Allah untuk
memohon berbagai hal yang tidak terhitung banyaknya seperti untuk memohon
bimbingan kepada jalan yang benar, untuk dimasukkan ke dalam surga
bersama-sama orang-orang beriman lainnya, agar lebih meyakini surga, neraka,
Kekuasaan Allah, untuk kesehatan, dan sebagainya. Inilah yang telah
ditekankan Rasulullah saw. dalam sabdanya:
“Maukah aku beritahukan kepadamu suatu senjata yang dapat melindungimu dari
kejahatan musuh dan agar rezekimu bertambah?” Mereka berkata, “Tentu saja
wahai Rasulullah.” Beliau bersabda, “Serulah Tuhanmu siang dan malam, karena
‘doa’ itu merupakan senjata bagi orang yang
beriman.”
Namun demikian, terdapat rahasia lain di balik apa yang diungkapkan dalam
al-Qur’an yang perlu kita bicarakan dalam masalah ini. Sebagaimana Allah
telah menyatakan dalam ayat:
“Dan manusia berdoa untuk kejahatan sebagaimana ia berdoa untuk kebaikan.
Dan manusia itu tergesa-gesa.” (Q.s. al-Isra’:11).
Tidak setiap doa yang dipanjatkan oleh manusia itu bermanfaat. Misalnya
seseorang memohon kepada Allah agar diberi harta dan kekayaan yang banyak
untuk anak-anaknya kelak. Akan tetapi Allah tidak melihat kebaikan di dalam
doanya itu. Yakni, kekayaan yang banyak itu justru dapat memalingkan
anak-anak tersebut dari Allah. Dalam hal ini, Allah mendengar doa orang
tersebut, menerimanya sebagai amal ibadah, dan mengabulkannya dengan cara
yang sebaik-baiknya. Sebagai contoh lainnya, seseorang berdoa agar tidak
terlambat dalam memenuhi perjanjian. Namun tampaknya lebih baik baginya jika
ia sampai di tujuan setelah waktu yang ditentukan, karena ia dapat bertemu
dengan seseorang yang memberikan sesuatu yang lebih bermanfaat untuk
kehidupan yang abadi. Allah mengetahui masalah ini, dan Dia mengabulkan doa
bukan berdasarkan apa yang dipikirkan orang itu, tetapi dengan cara yang
terbaik. Yakni, Allah mendengar doa orang itu, tetapi jika Dia melihat tidak
ada kebaikan dalam doanya itu, Dia memberikan apa yang terbaik bagi orang
itu. Tentu saja hal ini merupakan rahasia yang sangat penting.
Ketika doa tidak dikabulkan, orang-orang tidak menyadari tentang rahasia
ini, mereka mengira bahwa Allah tidak mendengar doa mereka. Sesungguhnya hal
ini merupakan keyakinan orang-orang bodoh yang sesat, karena “Allah itu
lebih dekat kepada manusia daripada urat lehernya sendiri.” (Q.s. Qaf: 16).
Dia Maha Mengetahui perkataan apa saja yang diucapkan, apa saja yang
dipikirkan, dan peristiwa apa saja yang dialami seseorang. Bahkan ketika
seseorang tertidur, Allah mengetahui apa yang ia alami dalam mimpinya. Allah
adalah Yang menciptakan segala sesuatu. Oleh karena itu, kapan saja
seseorang berdoa kepada Allah, ia harus menyadari bahwa Allah akan menerima
doanya pada saat yang paling tepat dan akan memberikan apa yang terbaik
baginya.
Doa, di samping sebagai bentuk amal ibadah, juga merupakan karunia Allah
yang sangat berharga bagi manusia, karena melalui doa, Allah akan memberikan
kepada manusia sesuatu yang Dia pandang baik dan bermanfaat bagi dirinya.
Allah menyatakan pentingnya doa dalam sebuah ayat:
“Katakanlah: ‘Tuhanku tidak mengindahkan kamu, andaikan tidak karena doamu.
Tetapi kamu sungguh telah mendustakan-Nya, karena itu kelak azab pasti akan
menimpamu’.” (Q.s. al-Furqan: 77)
” Allah Mengabulkan Doa Orang-orang yang Menderita dan Berada dalam
Kesulitan
Doa adalah saat-saat ketika kedekatan seseorang dengan Allah dapat
dirasakan. Sebagai hamba Allah, seseorang sangat memerlukan Dia. Hal ini
karena ketika seseorang berdoa, ia akan menyadari betapa lemahnya dan betapa
hinanya dirinya di hadapan Allah, dan ia menyadari bahwa tak seorang pun
yang dapat menolongnya kecuali Allah. Keikhlasan dan kesungguhan seseorang
dalam berdoa tergantung pada sejauh mana ia merasa memerlukan. Misalnya,
setiap orang berdoa kepada Allah untuk memohon keselamatan di dunia. Namun,
orang yang merasa putus asa di tengah-tengah medan perang akan berdoa lebih
sungguh-sungguh dan dengan berendah diri di hadapan Allah. Demikian pula,
ketika terjadi badai yang menerpa sebuah kapal atau pesawat terbang sehingga
terancam bahaya, orang-orang akan memohon kepada Allah dengan berendah diri.
Mereka akan ikhlas dan berserah diri dalam berdoa. Allah menceritakan
keadaan ini dalam sebuah ayat:
“Katakanlah: Siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari bencana di darat
dan di laut, yang kamu berdoa kepada-Nya dengan berendah diri dengan suara
yang lembut: ‘Sesungguhnya jika Dia menyelamatkan kami dari (bencana) ini,
tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur’.” (Q.s. al-An’am: 63).
Di dalam al-Qur’an, Allah memerintahkan manusia agar berdoa dengan
merendahkan diri:
“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut.
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (Q.s.
al-A’raf: 55).
Dalam ayat lainnya, Allah menyatakan bahwa Dia mengabulkan doa orang-orang
yang teraniaya dan orang-orang yang berada dalam kesusahan:
“Atau siapakah yang mengabulkan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia
berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu
sebagai khalifah di bumi? Apakah ada tuhan lain selain Allah? Sedikit sekali
kamu yang memperhatikannya.” (Q.s. an-Naml: 62).
Tentu saja orang tidak harus berada dalam keadaan bahaya ketika berdoa
kepada Allah. Contoh-contoh ini diberikan agar orang-orang dapat memahami
maknanya sehingga mereka berdoa dengan ikhlas dan merenungkan saat kematian,
ketika seseorang tidak lagi merasa lalai sehingga mereka berpaling kepada
Allah dengan keikhlasan yang dalam. Dalam pada itu, orang-orang yang
beriman, yang dengan sepenuh hati berbakti kepada Allah, selalu menyadari
kelemahan mereka dan kekurangan mereka, mereka selalu berpaling kepada Allah
dengan ikhlas, sekalipun mereka tidak berada dalam keadaan bahaya. Ini
merupakan ciri penting yang membedakan mereka dengan orang-orang kafir dan
orang-orang yang imannya lemah.

Sumber: Link ke