Showing posts with label Misteri. Show all posts
Showing posts with label Misteri. Show all posts

Tuesday, 18 January 2011

Atmosfer panas Venus mendinginkan isi perutnya

Selasa, 21 September 2010 - Panas di atmosfer Venus di induksi dari pemanasan rumah kaca yang kuat. Walau begitu, ia mungkin memiliki efek pendingian di interior planet.

Teori aneh ini berdasarkan perhitungan dari sebuah model yang disajikan dalam Kongres Ilmu Keplanetan Eropa (EPSC) di Roma.
“Selama berpuluh tahun, kita sudah tahu adanya banyak gas rumah kaca di atmosfer Venus yang menyebabkan panas yang luar biasa,” jelas Lena Noack dari Pusat Antariksa Jerman (DLR) di Berlin, penulis utama studi ini.
“Karbon dioksida dan gas rumah kaca lainnya bertanggung jawab untuk suhu tinggi yang ditiupkan ke atmosfer oleh ribuan gunung berapi di masa lalu. Panas permanen – yang sekarang terukur 470 derajat Celsius secara global di Venus – mungkin lebih panas lagi di masa lalu dan dalam siklusnya membawa pada lebih banyak letusan gunung berapi. Namun pada titik tertentu, proses ini berbalik – suhu tinggi menyebabkan perpindahan sebagian dari kerak Venus, dan menyebabkan pendinginan yang efisien di mantel, sehingga letusan gunung berapi semakin langka. Hasilnya adalah menurunnya suhu permukaan, kurang lebih sama dengan suhu permukaan Venus sekarang, dan perpindahan permukaan terhenti.”

Distribusi suhu dan pergerakan lokal di permukaan Venus. (Credit: DLR)
Sumber magma, atau bahan batuan cair, dan gas gunung berapi berada jauh di dalam mantel Venus. Peluruhan unsur radioaktif yang diwarisi dari balok dasar planet saat pembentukan Tata Surya, dan panas yang tersimpan di interior dari masa pembentukan planet, menghasilkan panas yang cukup untuk membangkitkan pelelehan sebagian magma kaya silikat, besi dan magnesium di mantel atas. Batuan cair lebih banyak dan lebih ringan daripada batuan padat di sekitarnya walaupun komposisinya sama. Karenanya, magma dapat naik dan masuk ke kerak yang kaku lewat saluran-saluran gunung berapi, menyebarkan lava di permukaan dan meniupkan gas ke atmosfer. Sebagian besar gas ini adalah gas rumah kaca seperti karbon dioksida (CO2), uap air (H2O) dan belerang dioksida (SO2).
Walau begitu, semakin banyak gas rumah kaca, semakin panas atmosfer, dan mungkin menyebabkan lebih banyak lagi letusan gunung berapi. Untuk menemukan mengapa proses ini berakhir pada kondisi Venus yang merah panas seperti sekarang, Lena Noack dan Doris Breuer, penulis pendamping studi ini, menghitung untuk pertama kalinya sebuah model dimana atmosfer panas di kopel dengan sebuah model interior planet 3 dimensi. Tidak seperti di Bumi, suhu tinggi memiliki efek jauh lebih besar di interface dengan permukaan batuan, memanaskannya secara besar-besaran.
“Menariknya, karena meningkatnya suhu permukaan, permukaannya bergerak dan efek isolasi di kerak menjadi hilang,” kata Noack. “Mantel Venus kehilangan sebagian besar energi panasnya ke dunia luar. Seperti membuka tutup panci berisi air mendidih, panas dari mantel lepas. Akibatnya interior Venus mendadak mendingin dengan cepat dan letusan gunung berapi tidak terjadi lagi. Model kami menunjukkan kalau setelah era ‘panas’ vulkanisme, menurunnya frekuensi vulkanisme membawa pada penurunan suhu di atmosfer.”
Venus Express, pesawat penjelajah Venus
Perhitungan para geofisikawan memberikan hasil lain yang menarik: proses pemunculan gunung berapi terjadi di berbagai tempat di berbagai masa. Saat atmosfer mendingin, pergerakan permukaan berhenti. Namun, masih ada beberapa gunung berapi aktif yang meletuskan aliran lava di beberapa tempat. Beberapa gunung berapi ini bahkan masih aktif hingga sekarang, yang sesuai dengan hasil terbaru dari misi Venus Express milik Badan Antariksa Eropa. Titik-titik panas yang terdeteksi ini sebelumnya diduga telah punah. Sejauh ini memang belum ada gunung berapi aktif yang sedang meletus ditemukan di Venus, namun tidaklah mengherankan bila Venus Express atau pesawat penjelajah lain di masa depan akan mendeteksi adanya letusan tersebut di planet tetangga terdekat Bumi ini.


 http://www.faktailmiah.com/2010/09/21/atmosfer-panas-venus-mendinginkan-isi-perutnya.html

Salam my blog

Monday, 27 December 2010

Misteri Kabah

Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekah adalah pusat dari planet Bumi. Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah.
f 1m 41f5762 
Misteri Ka'bah Gegerkan NASA
Ketika Neil Amstrong untuk pertama kalinya melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet bumi, dia berkata, “Planet Bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya ?.”
 Misteri Ka'bah Gegerkan NASA
Para astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi, secara resmi mereka mengumumkannya di Internet, tetapi sayang nya 21 hari kemudian website tersebut raib yang sepertinya ada alasan tersembunyi dibalik penghapusan website tersebut.
kabah Misteri Ka'bah
 Gegerkan NASA
Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka’Bah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite ( tidak berujung ), hal ini terbuktikan ketika mereka mengambil foto planet mars, radiasi tersebut masih berlanjut terus. Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’Bah di planet Bumi dengan Ka’bah di alam akhirat.
 
Misteri Ka'bah Gegerkan NASA
Di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, ada suatu area yang bernama ‘Zero Magnetism Area’, artinya adalah apabila kita mengeluarkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali karena daya tarik yang sama besarnya antara kedua kutub.
Itulah sebabnya jika seseorang tinggal di Mekah, maka ia akan hidup lebih lama, lebih sehat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi. Oleh sebab itu lah ketika kita mengelilingi Ka’Bah, maka seakan-akan diri kita di-charged ulang oleh suatu energi misterius dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah.
hajar aswad3 Misteri Ka'bah Gegerkan NASA
Penelitian lainnya mengungkapkan bahwa batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan juga bisa mengambang di air. Di sebuah musium di negara Inggris, ada tiga buah potongan batu tersebut ( dari Ka’Bah ) dan pihak musium juga mengatakan bahwa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari sistem tata surya kita.
Dalam salah satu sabdanya, Rasulullah SAW bersabda :
“Hajar Aswad itu diturunkan dari surga, warnanya lebih putih daripada susu, dan dosa-dosa anak cucu Adamlah yang menjadikannya hitam”